Larutan Sains dan Kimia sebagai Pemanisnya.

Ini tulisan pertama saya, sejak setelah lebaran. Karena momennya masih disekitaran Hari Raya Idul Fitri, saya mohon maaf lahir batin. Baik sebelum dan sesudah Anda membaca tulisan ini. Penjelasannya akan datang berikut.
Dari judulnya, jelas tidak ada kaitannya dengan tema lebaran dan Idul Fitri. Saya tidak dapat menahan diri sampai esok sebelum saya menulis opini, yang seringkali menguap sebelum sempat dituangkan. Oleh karena itu, inilah permohonan maaf saya yang mengganggu suasana lebaran Anda.
Yang kedua, paragraf di atas jelas mengganggu Anda jika tulisan ini dibaca jauh setelah lebaran. Anda memang sedang ingin tahu ide-ide tulisan ini lebih jauh. Jadi, maafkan saya.
Berdasarkan tulisan saya sebelumnya -tentang MOF- tema yang seorang mahasiswa pascasarjana ITB diskusikan dengan saya kala itu, ada sesuatu yang mengganggu pikiran saya saat ini. Sebuah paper, berjudul Philosophy of Science and Philosophy of Chemistry yang ditulis oleh Jaap van Brakel, menunjukkan usahanya penulis dalam menunjukkan otoritas kimia di antara bidang sains lainnya. Yang menjadi pertanyaan saya saat ini, di manakah letak kimia di antara bidang sains yang lain.
Ilmu pengetahuan Alam, secara lebih spesifik telah kita pelajari sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Di sana, ilmu pengetahuan alam dipelajari secara lebih terperinci dan mengalami pembagian, yaitu biologi, kimia, dan fisika. Selain ketiga bidang ilmu itu, ilmu mayor lain yang mendapat porsi lebih banyak dalam pengajarannya adalah matematika. Keempat bidang ilmu ini menjadi empat sekawan yang tak jarang menjadi momok bagi siswa sekolah baik yang akhirnya memilih bidang ilmu sosial dan bahkan bagi siswa yang memilih peminatan bidang ilmu alam.
Berdasarkan pengalaman saya, materi kimia yang saya dapat ketika kuliah, berbeda dari materi kimia yang saya pelajari ketika sekolah. Dalam hal ini, bukan objek pelajarannya yang berbeda, tetapi substansi materinya. Pernah dosen saya mengatakan, saat semester-semester di awal kuliah, Anda akan merasa tersesat. Lambat laun, setelah menemukan feel-nya, mungkin kita akan lebih mudah mengikuti perkuliahan.
Perspektif kimia sebagai central of science menjadi nyata setelah Anda mengikuti perkuliahan kimia pada semester pertengahan hingga akhir. Kimia, tidak lagi dipelajari sebagai dirinya sendiri, tetapi perananya dalam bidang fisika, biologi, dan lain sebagainya. Sehingga, kajian kimia menjadi lebih spesifik pada bidang-bidang seperti biokimia (Biochemistry), kimia fisika (physical chemistry), dan bahkan menjadi lebih dalam lagi pada bidang-bidang kimia komputasi dan kristalografi. Bidang-bidang yang lebih spesifik tersebut menunjukkan perkembangannya melalui riset yang sejauh ini menjadi pondasi bagi perkembangan teknologi.
Setelah berdiskusi tentang mof waktu itu, saya menjadi senang karena predikat kimia sebagai central of science menjadi begitu nyata dalam benak saya. Kimia memang harus dipelajari saat ini, apalagi ditengah-tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat.
Akan tetapi, sebuah paper yang ditulis oleh van Brakel membuat saya berpikir ulang dan bertanya, dimana kedudukan kimia diantara bidang-bidang sains yang lain. Oleh karena itu, van Brakel dalam paper tersebut menjelaskan pergerakan kimia dengan cara bergerilya dan begitu halus. Van Brakel tampak berusaha mengembalikan kimia pada posisinya sebagai central of science.
Sebuah kutipan yang terdapat dalam artikel tersebut berbunyi, ”by comparing chemistry to art, chemist have made claims concerning the aesthetic value, even beauty, of some of their products”. Dapat kita cermati bahwa van Brakel ingin menunjukkan bahwa kimia sebagai pemanis suatu larutan pengetahuan atau produk pengetahuan.
Pertanyaannya, larutan manis itu akankah tetap bisa terbedakan antara pelarut dan penyebab rasa manisnya? Akankan kimia akan terlarut, menjadi larutan, dan akhirnya menjadi suatu zat murni tanpa bisa dibedakan lagi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s